Tag Archive: TIngkat akhir

Stuck! Demikian banyak mahasiswa tidak bisa move on dari titik yang membuatnya jenuh. Padahal waktu terus berjalan dan kesempatan yang dapat diraih berlalu begitu saja.

Terinspirasi dari blog alumni IPB, Pak Jamil Azzaini, tentang menjadi manusia 100%, menjadi mahasiswa (tingkat akhir) juga perlu 100%. Ibarat sedang downloading file hanya 99%, file tersebut tidak akan bisa dimainkan. Demikian juga niat yang hanya 99%, tugas (akhir) juga tidak akan selesai.

 

Mari menjadi mahasiswa (tingkat akhir) 100%. Tidak perlu menunggu hingga WAKTU SEMPURNA, tetapi mulai mengambil WAKTU dan membuatnya menjadi SEMPURNA.

Setiap barang elektronik perlu tercolok pada sumber listrik. Setiap ranting perlu tetap tinggal pada batang untuk dapat berbuah. Setiap hasil yang sempurna adalah hasil kedekatan ciptaan dengan Pencipta.

Be 100%!

Tulisan ini sengaja diturunkan untuk mahasiswa tingkat akhir dan juga mahasiswa yang baru saja masuk perguruan tinggi. Bagian yang hendak didengungkan di sini adalah pentingnya perencanaan dalam kuliah. Mungkin perencanaan yang didorong oleh mimpi.

Setelah di ambang kelulusan, janganlah menjadi bimbang berlebih: apakah hendak kerja atau melanjut kuliah Strata 2 (S2). Berikut pandangan untuk dilihat bersama untuk ditimbang dan memperkaya keputusan.

1. Memilih kerja. Hal ini diputuskan bila apa yang telah didapat selama kuliah S1 sudah cukup untuk terjun di dunia kerja. Sudah cukup soft skill dan hard skill selama kurang lebih 4 tahun kuliah. Sudah cukup mengembangkan diri dalam kepemimpinan dan jiwa kewirausahaan selama mengikuti berbagai organisasi. Sudah cukup, itu intinya.

Masa belajar tentu saja tidak hanya 4 tahun di bangku kuliah. Sebelum kuliah, mahasiswa sudah belajar 12 tahun di bangku SD, SMP hingga SMA. Dan sesudah kuliah, apakah di dunia kerja tidak lagi proses belajar? Tentu saja long life education!

PS: Bila sudah memiliki ide-ide brilian untuk menciptakan karya, tunggu apalagi untuk terjun ke dunia kerja. Bila dapat menciptakan lapangan kerja, sudah sebaiknya mahasiswa S1 menjadi seorang manajer atas usaha yang dibukanya sendiri.

2. Melanjut kuliah S2. Hal ini diputuskan belum cukupnya pengetahuan dan gejolak penggalian yang terus menggelora dari dalam diri mahasiswa S1. Sejak awal, bila benar-benar ingin melanjutkan ke jenjang S2, perlu  diputuskan bagian minat yang ingin diteruskan dan di perguruan tinggi mana akan dituntut dari jenjang tersebut.

Keputusan S2 memang lebih sering diputuskan saat tingkat akhir, tapi itu menjadi lebih matang bila diputuskan jauh-jauh masa sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh adanya persiapan sambil jalan kuliah S1. Terkhusus bagi yang ingin melanjut S2 ke luar negeri, tentu saja harus belajar bahasa dan tes TOEFL yang sesuai permintaan negara yang dituju. Juga dana perlu dipersiapkan dari awal, baik dari biaya sendiri maupun beasiswa yang begitu mudah diperoleh informasinya dari perguruan tinggi saat ini atau DIKTI.

Tidak hanya dilema, tentu saja mahasiswa bisa trilema. (apa pula itu trilema?). Bagi yang ingin melanjut S2 tidak harus setelah lulus, bisa juga setelah beberap masa setelah kerja. Apalagi bila instanti tempat bekerja mendukung untuk melanjut S2 dengan tujuan peningkatan kualitas SDM.

So, what next?

 

Kegalauan biasanya menyergap mahasiswa yang akan menyusun tugas akhir. Tugas akhir (TA) menjadi tugas yang terakhir dan menyusahkan bagi beberapa mahasiswa. Beberapa sih.

Lahan Penelitian Lapang yang Sesungguhnya

Kesusahan itu bisa disesuaikan dari pilihan yang diputuskan sebelum menyusun TA. Pilihan itu secara ekstrim didasarkan kepada:

1. Topik.

2. Dosen pembimbing skripsi

3. Lokasi penelitian

4. Durasi penelitian

Pilih poin yang paling prioritas. Misalnya, saya harus pilih dosen yang bernama pak Ujang. Jadi, mahasiswa tersebut tidak terlalu mementingkan topik, lokasi dan durasi penelitian. Disarankan untuk nge-tag dosen tersebut sebelum mahasiswa lain memilih dosen tersebut. Dengan catatan, pihak departemen mengizinkan mahasiswa memilih dosen PS.

Contoh lain, bila memilih lokasi penelitian. Pilihlah lokasi yang diinginkan lalu sesuaikan siapa dosen yang dapat mendukung penelitian tersebut. Masalah topik dan durasi penelitian menjadi urusan belakangan. Dengan dipilihnya lokasi yang diinginkan, mahasiswa tersebut biasanya sambil menyelam minum air. Sambil penelitian bisa jalan-jalan. Atau tidak mau pergi jauh, pilihlah penelitian di lab atau lokasi terdekat.

Pilihan-pilihan itu merupakan kombinasi-kombinasi yang memiliki prioritas. Jadi tentukan prioritas untuk meminimalisir kesusahan penelitian. Hahaha.

Bukan kesusahan penelitian itu yang utama tapi tingkat keseruan dan minat penelitian itu yang menjadi dasar pemilihan penelitian. Penelitian itu sedikit banyak mempengaruhi mahasiswa dalam bergaul dan memandang dunia kerja yang di depan mata.

Enjoy this tips!