Tag Archive: pertanian

Kelakuan Pemerintah Saat Ini

pemerintah 01

Dahulu ibu-ibu meneteskan air mata ketika mengupas bawang yang begitu banyak dalam acara meriah yang mengundang orang sekampung. Kini ibu-ibu meneteskan air mata yang lebih banyak karena tidak dapat mengupas satu bawang pun.

Siapa yang tahan melihat air mata? Melihat hal ini, pemerintah mengambil tindakan kuratif dengan melobi negara-negara yang kelebihan bawang. Melobi apa mengemis, apalah bedanya. Dengan bijaknya, pemerintah juga mengambil tindakan preventif dengan berinvestasi bawang di negara lain. Investasi apa impor terencana, apalah bedanya.

Jauh-jauh menanam bawang di negara tetangga, apakah karena rumput tetangga lebih hijau dari rumput negeri ini? Mental instan di kepala pemerintah tidak pernah pudar. Butuh apa-apa tinggal impor, gitu aja kok repot.

“Tidak salah dong pemerintah impor bawang besar-besaran minggu ini? Kalau kita menanam dulu, kapan kita makannya? Jadi tepatlah kebijakan impor itu dikeluarkan. Memang bijak pemerintah saat ini” kelakar teman seperjuanganku.

Yup. Kalau tidak impor sekarang, kita tidak bisa makan. Nanti kalau kita sudah makan, lupa tuh menanam. Nanti kalau sudah tidak ada yang mau dimasak, perut ribut dan rakyat ribut maka alarm impor dibunyikan.

Yang menanam angin akan menuai badai” tidak berlaku bagi Pemerintah. Bila kita tidak menanam apa-apa, impor saja.

Prestasi Menteri Importir

Konon, diangkatlah menteri importir di suatu negara yang tidak bisa mengusahakan makanan rakyatnya sendiri. Menteri ini paling  disegani dari menteri lainnya karena perannya menyuap mulut jutaan rakyatnya. Simbol padi dan kapas yang diusung negara tersebut lebih tepat disimbolkan oleh pribadi menteri importir tersebut.

MENTERI IMPOR01

Prestasi menteri importir direkam oleh museum  rekor di negara tersebut. Untuk menjaga prestasi sang menteri, diusahakan tidak terjadi penuruan impor dari tahun ke tahun. Tidak boleh sama dengan tahun sebelumnya prestasi impor beras, gula, kedelai, terigu,daging,  buah, dan susu serta garam sekalipun. Negara yang dikenal sebagai negara agararis dan maritim bersandar pada menteri importir.

Kesempatan baik melahirkan dialog langsung saya dengan menteri importir. “Saya tidak pernah mengimpor kebutuhan negara ini. Saya tidak pernah” Jelas menteri importir.

Lalu prestasi yang selama ini digaungkan untuk pak menteri, siapa pelakunya?” tanyaku bingung.

Kita hanya menelurkan kebijakan menurut keperluan mulut-mulut rakyat yang perlu disumpal. Itu saja. Impor datang sebagai mekanisme. Itu saja

Aku diam. Prestasi menteri importir itu apa?

Petani Lampung dengan cepat mengadopsi teknologi yang diteladankan oleh mahasiswa peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2012. Setelah melihat hasil penelitian di lahan pasang surut Lampung selama musim kemarau, petani Lampung kemudian ikut menanam kedelai dengan varietas Tanggamus di akhir tahun 2012 yang tergolong masih kering.

Petani seakan tidak percaya melihat keragaan tanaman kedelai yang telah mereka tanam. Mereka terkagum-kagum melihat tingginya tanaman kedelai yang mereka tanam dan jumlah polongnya rata-rata mencapai 100 polong per tanaman. Polong yang terbentuk pun terlihat berisi sehingga dugaan hasil yang diperoleh tidak mengecewakan.

kedelai lampung

Penampilan Varietas Nasional Tanggamus, 2013
(Source: Arief Setya Nugroho)

petani kedelai lampung

Perbandingan petani dengan pertanaman kedelai di Lampung, 2013
(Source: Arief Setya Nugroho)

Petani yang dihimpun dalam kelompok tani setempat berencana akan menanam kedelai kembali dalam luasan di atas 50 ha setelah tanam padi di tahun 2013. Petani mengetahui tingginya kebutuhan kedelai di Lampung dan membaca potensi penanaman kedelai untuk menjadi sumber penghasilan yang prospektif. Kebutuhan benih disuplai dari petani yang telah menanam terlebih dahulu.

Semangat petani untuk menanam kedelai dipicu hasil penelitian mahasiswa IPB, Arief Setya Nugroho, tentang budidaya jenuh air (BJA) untuk tanaman kedelai di lahan pasang surut Lampung. Dari hasil penelitian tersebut, ditunjukkan potensi produktivitas kedelai mencapai 4 ton/ha. Tidak hanya mendapat informasi dan melihat langsung hasil penelitian, petani juga mendapat benih varietas Tanggamus dan Anjasmoro dari hasil penelitian.

Ada forum khusus untuk penggiat pertanian. Uniknya, forum ini bernaman Transfarmers (Transformasi Farmers). Forum ini diasuh oleh penggiat pertanian Indonesia Raya dengan akun twitter @indopetani. Forum ini dapat diakses di alamat http://www.oceee.com/index.php

Mungkin terkesan promosi tapi ini murni berbagi ruang. Forum ini sendiri sepertinya baru diluncurkan bulan November 2012. Meski tergolong baru, personilnya terus membenahi penunjang para membernya, yang dipanggil dengan sebutan kisanak.

Ada yang kisanak yang tertarik? Tarik juga teman-teman lainnya!