Kesadaran akan hidup sehat mendorong orang-orang perkotaan untuk mendapatkan makanan yang sehat. Sumber makanan mulai diteliti asal usulnya, baik dari kandungan gizinya maupun proses pembuatannya.

Mereka yang tidak ingin berlarut-larut dalam kecemasan akan sumber makanannya, mencoba mengusahakan sumber makanannya sendiri dengan berkebun. Jargon berkebun pun muncul, seperti Grow Food Not Lawn (Tumbuhkan Makanan Bukan Halaman Rumput). Mereka yang telah berkebun menjadi aktivis menyuarakan hidup sehat dari pekarangan sendiri. Dalam perjalananya, aktivitas berkebun tidak hanya menyuplai kebutuhan sehari-hari dalam sumber makanan segar tetapi juga meningkatkan kebugaran tubuh dan jiwa sosial yang tinggi untuk berbagi.

Area menanam adalah kendala bagi pekebun kota karena keterbatasan lahan menanam. Kendala itu ternyata dapat diatasi dengan kreatif dengan memanfaatkan ruang yang ada seefektif mungkin. Pekebun kota dapat menanam mulai dari halaman rumputnya yang disulap menjadi kebun sayur hingga teras rumah, dinding rumah, depan jendela, dan bahkan atap rumah mereka. Metode tanamnya pun bervariasi, mulai dari menanam di pekarangan, dalam pot berjejer di teras, digantung dalam pot, ditanam secara vertikultur, dan kreatif lainnya dengan barang bekas.

pekarangan

Pekarangan dengan bermacam sayuran

menanam di botol

Sayuran yang ditanam di botol bekas

menanam di kotak

Sayuran yang ditanam di kotak tanam

menanam di tembok

Menanam di di dinding

menanam di jendela

Kebutuhan dapur yang dipetik di depan jendela

Tertarik untuk melakukannya di rumah? Aktivitas berkebun juga mendukung aksi hijau untuk planet ini. Enjoy farming!