Tag Archive: lampung timur

Petikan Petualangan Gepak Ijo

Ada yang tertarik dengan tempe berwarna hijau? Ini dia jawabannya, kedelai varietas Gepak Ijo! Sure? Oh, come on. Let see! :)

Seminggu yang lalu, saya dan teman seperjuangan, Andri meninjau penyediaan bibit untuk penanaman kedelai pada musim selanjutnya. Walaupun baru saja mengikuti seminar dan harus mempersiapkan diri untuk sidang hasil penelitian, kita menyempatkan diri untuk turun langsung untuk menginspeksi proses pengadaan benih.

Ada beberapa varietas yang telah ditanam di lahan petani.  Gepak ijo merupakan varietas merupakan varietas yang menarik karena warna bijinya yang berwarna hijau. Hasil yang ditunjukkan juga sangat fantastis.

Kedelai varietas Gepak Ijo di Lahan Pasang Surut Lampung Timur
(foto: Andri Hamidi, 2012)

Lokasi pengadaan benih tersebut adalah  di lahan pasang surut Lampung Timur.  Budidaya kedelai dilakukan dengan teknik budidaya jenuh air dengan bimbingan Institut Pertanian Bogor. Petani mitra diajari menanam kedelai, pemeliharaan, panen hingga pasca panen dalam penyediaan benih.

Langkah penyediaan benih dilakukan untuk terjaminnya benih yang berkualitas untuk ditanam pada tanggal penanaman yang telah ditentukan. Ketersediaan benih merupakan awal dari ketersediaan produksi yang akan dipatok sehingga sangat penting menyediakan benih sebelum berkoar-koar untuk janji swasembada kedelai dalam negeri tercinta Indonesia.

Kedelai Varietas Gepak Ijo (Foto: Andri Hamidi, 2012)

Sampai saat ini belum ada lini yang berhasil mengembangkan kedelai untuk mendukung swasembada nasional. Beberapa pihak mati-matian untuk meneliti dan mengembangkan terciptanya varietas dan budidaya kedelai yang optimal. Di pihak lain, gayung tidak bersambut dalam penanaman skala besar-besaran. Di sinilah, letak mulianya tanaman kedelai di Indonesia.

 

Ketersediaan lahan pasang surut di Indonesia untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian untuk skala besar, diketahui seluas 2.6 juta ha. Porsi lahan pasang surut yang dikembangkan untuk pertanian adalah termasuk lahan pasang surut Lampung Timur. Sebaran lahan pasang surut dapat dengan mudah ditemui di seberang kawasan Taman Nasional Way Kambas. Petani yang mengusahakan lahan pasang surut terhimpun dalam Forum Rembuk Desa Penyangga (FRDP) yang terdiri dari sekitar 22 desa yang berperan aktif.

Bentangan lahan pasang surut, Karang Anyar, Lampung Timur.
(Foto: Andri Hamidi, 2012)

Berdasarkan tinjauan kami di akhir bulan November 2012, beberapa lahan tipe B lahan pasang surut pasang surut sudah mulai diolah. Meskipun hujan belum turun, lahan tersebut sudah dapat diolah karena ketersediaan air dari luapan air pasang surut. Lahan pasang surut tipe B adalah dataran rendah yang dapat ditanami namun juga dapat terluapi oleh pasang besar dan pasang kecil.

Penanaman palawija dapat dilakukan pada bulan-bulan kering, seperti awal bulan Juni pada lahan tipe B. Dengan demikian, setelah penanaman padi pada bulan Maret dan April, tanaman palawija dapat masuk dengan sistem pengelolaan air yang didukung dengan irigasi dan drainase yang terkontrol.

Kedelai sangat potensial dikembangkan di lahan pasang surut
(foto: Andri Hamidi, 2012)

Dengan ketersediaan lahan yang diikuti oleh pengelolaan tanah dan air yang tepat, komoditas penting seperti kedelai dapat dikembangkan di lahan pasang surut. Bila ada keinginan untuk swasembada kedelai di tanah air Indonesia, kemungkinan itu sudah ada di depan mata.