Tag Archive: kedelai hitam

Kedelai Hitam Varietas Cikuray

Kedelai hitam merupakan komoditas yang penyediaannya disuplai dalam porsi besar oleh petani lokal. Pengembangan kedelai hitam terus ditingkatkan untuk mencapai produksi optimum dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pengembangan kedelai hitam secara ekstensif ditempuh dengan perluasan areal tanam ke lahan-lahan marginal yang bersifat masam.

Kedelai hitam varietas Cikuray merupakan salah satu varietas kedelai hitam unggul nasional. Kedelai hitam tersebut tergolong kedelai berbiji sedang karena bobot 100 bijinya dalam kisaran 10-15 g.

Penampilan Varietas Cikuray di Lahan kering Masam Palembang

Penampilan varietas Cikuray di Lahan kering masam, Palembang; 2012

Potensi hasil dari varietas Cikuray adalah 1.7 ton/ha dengan bobot 100 bijinya adalah 11-12 g. Pemulia dari varietas ini adalah Sumarno, Soegito, Rodiah, Darman M. Arsyad, dan Ono Sutrisno. Varietas ini dirilis sebagai varietas unggul nasional pada tahun 1992. Tinggi tanaman dapat mencapai 60-65 cm. Tanaman mengeluarkan bunganya yang berwarna ungu pada 35 hari setelah tanam (HST).Umur panennya kurang dari tiga bulan yaitu 82-85 HST. Deskripsi lengkap klik.

Hasil produksi kedelai hitam varietas Cikuray tidak akan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri bila ditanam di lahan kering masam (lihat gambar). Teknologi budidaya jenuh air sebagai teknologi yang telah diuji oleh peneliti-peneliti Institut Pertanian Bogor,  direkomendasikan untuk pengembangan varietas Cikuray di lahan masam.

 

 

Informasi Varietas Mallika:

  • memiliki bulu coklat pada batang dan tempat polong
  • peneliti UGM, Prof Dr Mary Astuti
  • dilepas Februari 2007
  • Umur panen berkisar 90-an hari dengan kondisi daun sudah berwarna coklat
  • umur bunga 33 hari
  • umur polong masak 67 hari
  • Mallika (Bahasa Tamil & Bahasa Arab) berarti raja
  • Potensi hasil 2,4 ton-2,9 ton/ha
  • daya hasil sebanyak 2,34 ton/hektare
  • tahan terhadap kekeringan, genangan air, dan hama kedelai
  • jarak tanam 10 cm x 40 cm
  • penanaman 2 benih/lubang tanam dengan ditugal
  • bobot 100 biji kedelai hitam adalah 17 gram
  • Kadar air bermutu 11 %
  • memiliki kandungan protein 37 persen dan lemak 20 persen
  • kulit mengandung antioksidan antosianin
  • daya simpan benih lebih tinggi dari kedelai kuning
  • disimpan selama enam bulan, masih mempunyai daya tumbuh lebih dari 80 persen

Badan Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) Malang, Jawa Timur, menemukan tiga varietas unggul kedelai hitam:

  1. Khibar, yakni kedelai hitam berukuran biji besar
  2. Khipro berprotein tinggi
  3. Khilau berkotiledon hijau

Karakter ketiga varietas (Ir M Muchlish Adie MS):

  • daya hasil 2,51 ton/hektare
  • bobot 100 biji adalah 14 gram
  • memiliki protein tinggi, yaitu mencapai 45,58 % (kedelai biasa 6-37%)

Referensi:

Isu Mutakhir: SUARA PEMBARUAN DAILY.Last modified: 3/3/08

Kedelai Hitam (Glycine Soja)

Jumlah varietas kedelai hitam yang dikembangkan di Indonesia sangat minim. Padahal dari segi syarat tumbuh, kedelai hitam (Glycine soja) lebih cocok ditanam di daerah tropis seperti Indonesia dibandingkan kedelai biasa (Glycine max). Satu varietas kedelai hitam yang dicetak UGM adalah vareietas Mallika.

Kedelai hitam merupakan bahan baku pembuatan kecap. Kandungan protein kedelai hitam lebih tinggi dari pada kedelai biasa yang berkulit biji kuning.

Kedelai hitam Mallika (UGM file: faperta.ugm.ac.id)

Informasi varietas Mallika:

  • varietas lokal yang telah mengalami pemurnian dan telah diuji pada 17 lokasi
  • dilepas Departemen Pertanian RI pada tanggal 7 Desember 2006
  • Potensi hasil Mallika berkisar antara 1,64-2,93 ton/ha
  • Produktivitas di tingkat petani mampu mencapai 2,40 ton/ha (tahun 2004), 2,76 ton/ha (tahun 2005), bahkan 3,0 ton/ha
  • berbulu coklat pada batang dan tempat polong
  • semi-intermediette
  • berbunga pada 33 HST dan polong masak pada 67 HST (hari setelah tanam)
  • Umur panen 88-99 HST
  • jarak tanam 10 cm x 40 cm