Tag Archive: ipb

Aktivitas Akar Pohon

Tak kusangka bahwa kamu adalah seorang dinamisme?” ucap Guntur untuk menggoda sahabatnya, Miftah. Mereka sempatkan makan siang di Kafe Stevia di depan Fakultas Pertanian.

Karena aku bercerita tentang pohon lalu kamu cap aku dinamisme? Sungguh terlalu” ucap Miftah sembari terus mengaduk-aduk jusnya yang mulai mengental.

Aku suka di bagian kamu mengatakan kalau hidup kita juga harus diseimbangkan seperti kegiatan akar pohon yang tidak kelihatan

Tapi memang benar kan? Aktivitas akar itu memang tidak kelihatan tetapi perannya penting untuk menyuplai air dan hara untuk kekokohan pohon itu

Jadi menurutmu bagian-bagian hidup kita yang kelihatan oleh orang lain itu kurang penting?” Guntur menguji.

Tentu saja penting. Kita tidak tahu pohon itu hidup kalau batangnya tidak keluar. Cabang-cabang pohon itu melebar juga berbagi kehidupan. Tentu itu penting.

Menurutmu apa bagian hidupmu, yang ingin dilihat orang lain?” tantang Guntur.

 

Miftah hening. Ia adalah mahasiswa yang baru akan memasuki semester 5 di Jurusan Arsitektur Lanskap. Ia dan sahabatnya Guntur sudah bersama-sama selama di Institut Pertanian Bogor walaupun Guntur di jurusan yang berbeda, Agronomi dan Hortikultura.

 

Pohon Trembesi (Source: gudang info)

Mata Miftah dan Guntur dapat memandang dengan jelas pohon kokoh di depan fakultas pertanian. Itulah pohon Trembesi alias Ki hujan. Tidak semua orang menjelajah lekuk demi lekuk kekokohannya tetapi semua setuju bahwa ada kesejukan di bawah naungannya. Pohon itu entah telah berusia berapa puluh tahun dan tak ada seorang pun dapat melihat akarnya yang tersembunyi di bawah tanah.

 

Aku ingin berguna untuk orang lain. Aku ingin menginspirasi orang lain” ucap Miftah perlahan.

Itu terlalu abstrak” potong Guntur. “Bilang saja ingin dapat IP 4. Kelihatan banget itu. Menyolok dan menohok orang lain. Hahaha”

 

Guntur tergelak untuk memukul argumen Miftah. Dari raut wajahnya, Miftah terbaca bahwa ia belum kalah.

“Lebih dari itu, aku juga ingin melayani orang-orang di sekitarku. Ada dampak yang dapat kubagikan untuk mereka. Termasuk kamu, sahabat paling ngeyel” ucap Miftah yang kemudian ikut tertawa.

 

Mulia sekali” ledek Guntur yang sepertinya terus menyulut gelak tawa mereka. “Lalu bagian yang terlihat itu, apakah kegiatan kerohanian melulu?” tanya Guntur lagi.

Bagian yang tidak kelihatan yang kita lakukan, seperti aktivitas akar yang tidak kelihatan, lebih tepatnya hubungan pribadi kita dengan Tuhan

Maksudnya”

“Meskipun orang banyak tidak dapat melihat bagaimana hubungan pribadi kita dengan Tuhan tetapi kita harus tetap menjaganya”

Bukankah banyak orang yang kelihatan hebat walaupun tidak memiliki aktivitas yang tidak terlihat seperti itu? Tepatnya mereka sudah terlalu sibuk untuk itu?

Jadilah orang seperti itu dan sibuklah seperti itu. Lalu rasakan hampa yang menyesak di hatimu”

“Bukankah dengan pencapaian IP sebesar 4 sama sekali tidak menyesakkan dada?”

“Benar atau tidak, di dalam hati manusia selalu ada ruang kosong yang hanya di isi oleh Tuhan”

Kenapa larinya ke sana?

“Hubungan-hubungan pribadi kita dengan Tuhan tidak hanya menuntun kita tetapi juga memroses kita. Menurutmu, lebih besar mana pencapaian sendiri atau bersama Tuhan?” tanya Miftah balik.

“Tentu saja karena ada Tuhan di belakangnya, pencapaian itu lebih besar”

“Nah. Intinya relasi kita dengan Tuhan yang walaupun tidak kelihatan bagi orang lain, harus tetap dijaga”

“Siap pak ustadz” ucap Guntur sembari melakukan hormat tangan seperti hendak menghormat inspektur upacara bendera.

“Syair tua berbunyi: Pohon yang ditanam di tepi aliran air tidak akan layu. Ia akan berbuah pada musimnya. Demikian kita juga yang dekat sumber dengan kehidupan, yaitu Pemberi hidup”

Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia dinilai belum serius mencanangkan swasembada kedelai di Indonesia. Patokan swasembada kedelai yang hendak dicapai di tahun 2014 dianggap hanya mimpi tanpa langkah-langkah pelaksanaan yang terukur. Upaya swasembada kedelai untuk memenuhi sekitar 2,2 juta ton kebutuhan kedelai Indonesia, seperti data BPS, tidak terendus gelagatnya dari dalam negeri. Pemenuhan kebutuhan kedelai Indonesia di tahun 2014 kemungkinan besar masih ditutupi oleh impor dalam porsi yang besar.

Kementan digambarkan tak ubahnya hanya kumpulan orang-orang berjanggut, yang bila dibakar janggutnya baru memperhatikan komoditas pertanian dalam negeri. Terbakarnya janggut orang-orang Kementan biasanya disulut dari melambungnya harga komoditas pertanian. Janggut mereka yang terbakar disiram buru-buru dengan impor bukan dengan komoditas yang diceduk dalam negeri. Seiring terbakarnya janggut mereka, IPB pun sering dipersalahkan sebagai institusi yang dianggap tidak memberikan solusi di bidangnya.

Solusi produksi kedelai, seperti penuturan Profesor Ghulamahdi sebagai dosen pertanian IPB, adalah penanaman kedelai di lahan pasang surut. Ketersediaan lahan pasang surut di Indonesia menjamin produksi kedelai yang berkesinambungan. Adapun persoalan lahan pasang surut yang dinilai sebagai lahan marjinal, sudah diatasi oleh teknologi budidaya jenuh air (BJA) IPB yang telah teruji stabil meningkatkan produksi kedelai. “Dalam skala penelitian, kita sudah berturut-turut selama 4 tahun ini  mencapai produktivitas di atas 4 ton/ha. Untuk skala petani, diperkirakan produktivitas yang muncul setidaknya 2,4 ton/ha. Itu sudah bagus” ungkap Profesor Ghulamahdi.

kedelai 01

Penampilan kedelai di Lahan Pasang Surut Lampung, 2012
(Source: Andri Hamidi)

IPB sendiri sudah mulai merangkak dari skala penelitian kepada penanaman untuk skala terapan yang lebih luas. Profesor Ghulamahdi menambahkan bahwa IPB sudah bergerak dalam penyediaan benih seluas 10 ha di tahun 2013 ini. Rencananya benih tersebut akan ditanam pada bulan April 2013 pada luasan 200 ha di lahan pasang surut Palembang. Usaha penyediaan benih juga dibantu oleh Kementerian Tengaga Kerja dan Trasmigrasi (Kemenakertrans) RI.

IPB sebagai institusi pendidikan sangat menyayangkan ketidakseriusan Kementan RI dalam menanggapi ide swasembada kedelai yang diusulkan oleh IPB. Pergerakan IPB yang sudah menstimulus hingga menghasilkan teknologi terapan belum diteruskan oleh Kementan RI dalam penanaman untuk skala luas. Terkendala dalam modal awal penanaman untuk skala luas menjadi tantangan IPB agar tetap menjalankan inisiasi program swasembada kedelai Indonesia. Adapun Kementan meskipun sudah sering melongok ke IPB tetapi belum memberikan langkah pasti untuk kerja sama untuk program swasembada nasional.

Petani Lampung dengan cepat mengadopsi teknologi yang diteladankan oleh mahasiswa peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2012. Setelah melihat hasil penelitian di lahan pasang surut Lampung selama musim kemarau, petani Lampung kemudian ikut menanam kedelai dengan varietas Tanggamus di akhir tahun 2012 yang tergolong masih kering.

Petani seakan tidak percaya melihat keragaan tanaman kedelai yang telah mereka tanam. Mereka terkagum-kagum melihat tingginya tanaman kedelai yang mereka tanam dan jumlah polongnya rata-rata mencapai 100 polong per tanaman. Polong yang terbentuk pun terlihat berisi sehingga dugaan hasil yang diperoleh tidak mengecewakan.

kedelai lampung

Penampilan Varietas Nasional Tanggamus, 2013
(Source: Arief Setya Nugroho)

petani kedelai lampung

Perbandingan petani dengan pertanaman kedelai di Lampung, 2013
(Source: Arief Setya Nugroho)

Petani yang dihimpun dalam kelompok tani setempat berencana akan menanam kedelai kembali dalam luasan di atas 50 ha setelah tanam padi di tahun 2013. Petani mengetahui tingginya kebutuhan kedelai di Lampung dan membaca potensi penanaman kedelai untuk menjadi sumber penghasilan yang prospektif. Kebutuhan benih disuplai dari petani yang telah menanam terlebih dahulu.

Semangat petani untuk menanam kedelai dipicu hasil penelitian mahasiswa IPB, Arief Setya Nugroho, tentang budidaya jenuh air (BJA) untuk tanaman kedelai di lahan pasang surut Lampung. Dari hasil penelitian tersebut, ditunjukkan potensi produktivitas kedelai mencapai 4 ton/ha. Tidak hanya mendapat informasi dan melihat langsung hasil penelitian, petani juga mendapat benih varietas Tanggamus dan Anjasmoro dari hasil penelitian.

Negeri ini membutuhkan kaum intelektual yang kuat di bidang pertanian. Kaum intelektual di bidang pertanian salah satunya adalah lulusan perguruan tinggi pertanian.

Riah Badriah dengan Sayuran Greenhouse di Bogor, 2013

Munandar Irvanda di Perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan, 2013

Andri Hamidi dengan Kedelai Nasional Tanggamus di Lampung, 2012

Hans D Welly dengan Ladang Jagung Palembang, 2012

Arinal H Izzawati Nurrahma dengan Padi Organik, 2012

Tinjauan pustaka disusun untuk melandasi dan menguatkan serta menolak hasil percobaan dan penelitian yang sedang digarap oleh mahasiswa dan peneliti. Tinjauan pustaka disusun dari topik-topik utama yang terdapat di dalam judul percobaan atau penelitian. Topik-topik tersebut yang kemudian dikembangkan dari hasil penelitian dan pustaka yang telah ditulis peneliti terdahulu.

Setelah mengetahui dan mendaftarkan topik-topik utama, informasi tentang topik tersebut kemudian dicari dari perpustakaan maupun internet. Namun terkadang, pencarian literatur malah terkesan susah karena ketidaktahuan tempat dan sumber mencari informasi.

Untuk mahasiswa IPB maupun khalayak luas dapat mengakses banyak informasi di Lembaga Sumberdaya Informasi (LSI) IPB. LSI IPB yang lebih dikenal sebagai perpustakaan IPB menyediakan layanan sumber bacaan berupa buku, jurnal, skripsi (S1), Disertasi (S2) dan Disertasi (S3). Proses pencarian buku dan sumber informasi lainnya ditunjang secara digital sehingga pengunjung pustaka lebih cepat menemukan informasi yang dibutuhkan.

Banner Perpustakaan IPB

Proses pencarian buku dan bahan acuan tidak harus langsung berada di perpustakaan. Pencari informasi secara online dapat mengakses alamat:

  1. http://perpustakaan.ipb.ac.id/
  2. http://repository.ipb.ac.id/

Untuk mahasiswa yang ingin melihat tinjauan pustaka dari skripsi dan publikasi IPB, favorit mahasiswa IPB adalah mengunjungi http://repository.ipb.ac.id/. Karena dengan mengisikan topik yang ingin dicari di kotak “search“, mahasiswa dapat mengunduh file skripsi dan publikasi lainnya sehingga tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mencari bahan literatur.

Pencari informasi bisa memetik kesimpulan dari penelitian yang telah ada di IPB. Pencari informasi juga dapat menelusuri literatur dari Tinjauan Pustaka dari skripisi dan Daftar Pustakanya. Catatan: Tidak dibenarkan untuk copy-paste tinjauan pustaka orang lain.

Kemudahan secara online tersebut tidak berarti perpustakaan IPB akan sunyi lengang. Hal ini disebabkan oleh fasilitas perpustakaan IPB menyediakan layanan digital akses jurnal, layanan Hotspspot internet dan kantin serta ruang disukusi.

So, nikmati kemudahan pencarian literatur untuk tinjauan pustaka secara online dan juga secara offline dari layanan yang telah disediakan IPB!