Tag Archive: indigenous 45

Liga Kampoeng IPB Nan Fenomenal

Satu-satunya Tim Futsal yang khas di IPB adalah tim yang fustsal AGH 45 yang disebut Liga Kampoeng (Kampoeng League). Sudah dapat ditebak, pemainnya adalah anak-anak kampung dan naturalisasi menjadi anak kampung. Aih.

Prestasi anak-anak kampung ini ditutup dengan mengawinkan tropi futsal Agrosportment (AGS) tahun 2012 dengan tahun 2011. Tepatnya pada 20 Desember 2012, anak-anak kampung menjadi nomor satu setelah sengit menundukkan AGH 47 dengan skor 4-4 (3-2).

Personil futsal AGH 45

Antara miris dan terkekeh-kekeh menonton penampilan anak-anak kampung ketika babak kedua AGS 2012 berlangsung. Sebab umur yang telah meningkat menyebabkan tulang-tulang dan napas anak-anak kampung kewalahan mengimbangi muda-muda dari AGH 47. Fiuh. Berkat satu gol yang berhasil ditepis penjaga gawang anak kampung, Dimas GJ, kemenangan pun diraih.

Dari kemenangan yang telah diraih, Vicky A, selaku kapten tim berujar:

“Terima kasih saya ucapkan kepada indigenous 45, suporter, donatur dan tentunya para pemain. Semangat juang yg tiada henti dari awal hingga final mlm ini. Akhirnya kita bisa mengawinkan piala futsal AGS III dengan AGS IV. Saya secara individu, mohon ma’af kalau ada salah. Karna saya telah marah2 kalau dilapangan. Hehehe.. Thanks buat semuanya. Semoga kita bisa bertemu di futsal reunian lagi.”

Tentu saja futsal sebagai salah satu olahraga di IPB tidak hanya dijajal untuk memperoleh tubuh yang sehat dan kemenangan. Ada nilai-nilai yang dipetik dalam wujud persahabatan, sportifitas dan semangat untuk bangkit dari kekalahan serta tetap rendah hati dalam kemenangan. Semua itu diikat dalam solidaritas dan solidaritas yang mengikat.

Fenomenal!

 

Lilin-lilin indigenous agh 45

Suatu angkatan yang sangat besar. Tidak berlebihan saya ucapkan. Itulah angkatan di jurusan agronomi dan hortikultura (agh) institut pertanian bogor (ipb). Jurusan ini memanggil 150 calon mahasiswa tiap tahunnya dan jadilah suatu jemaah yang dikomandoi seorang lurah angkatan.

Malam Keakraban Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura Angkatan 45

Foto momentum di atas adalah foto malam puncak dari acara malam keakraban (makrab) mahasiswa agh angkatan 45 (tahun masuk 2008). Dengan lilin yang menyala dalam tata kreatif, terbaca nyala “indigenous 45”. Suatu nama angkatan yang sakral, demikian bunyinya. Suatu label angkatan yang menyatukan dan memaknai perjalanan bersama selama kurang lebih 4 tahun. Indigenous dirakit dari unsur incredible, diligent, energetic and famous. Unsur yang menjadi nilai-nilai bermasyarakat dalam kultural manusia-manusia pertanian terdepan.

Tidak mudah menjaga lilin itu tetap menyala bersamaan. Ada yang baru menyalakan lilinnya di semester 3, ada pula yang baru menyalakannya di semester 5. Di sisi lain ada yang memadamkan lilinnya di tengah perjalanan untuk suatu alasan bahkan tanpa alasan yang dapat kami pahami bahkan belum dapat kami pahami.

Kini, itulah nyala yang berhasil dijaga. Itulah eksistensi yang mengharukan. Itulah cerminan cerita bahagia dalam selapis coklat, ringkasnya.

Mahasiswa agronomi dan hortikultura IPB angkatan 45

Foto Angkatan Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura Angkatan 45 IPB

Di tahun 2012, sudah waktunya untuk membawa lilin-lilin itu dari kumpulannya. Ada yang membawa lilinnya untuk magang di kebun kelapa sawit di kepulauan Riau dan ada pula yang membawa lilinnya untuk penelitian kedelai di Lampung. Pelosok nusantara didatangi oleh lilin-lilin indigenous 45 dalam rangka penelitian dan magang.

Tinggal menghitung bulan, lilin itu akan bersatu di gedung biru GWW. Benar-benar suatu angkatan yang akan mengubah Indonesia di mata dunia.

Wehehe… Selamat pagi IPB. Selamat pagi blog walker :mrgreen: Hmm, semalam benar-benar merupakan momen fundamental bagi masyarakat AGH IPB 45, Indigenous community. Itulah malam penentuan topik skripsi yang hampir sama seperti malam penganugerahan gitulah. :mrgreen:

Demikian cuplikan ekspresi masyarakat indigenous setelah Read More »