Media tanam yang diperlukan untuk menumbuhkan tanaman sudah bervariasi hingga saat ini. Penanaman di atas tanah yang telah dilakukan sejak nenek moyang dahulu kala, dianggap sudah tidak relevan untuk beberapa komoditas. Pencarian media tanam tidak lepas dari keingintahuan akan kebutuhan nutrisi yang sesuai oleh tanaman dan menghindari patogen tular tanah yang menurunkan hasil tanaman.

Hidroponik diusung sebagai cara tanam baru yang tidak menggunakan tanah. Tanaman diberi media lain seperti kerikil, pasir, sabut kelapa atau bahkan hanya styrofoam sebagai penyangga tanaman di atas larutan hara. Permainan formula nutrisi tanaman pun dimainkan hingga ditemukan dua larutan stok (A dan B) yang tidak dicampur sebelum disuapkan ke tanaman.

Lucunya, seorang blogger Thailand di blognya bettertree, mengangkat penggunaan batang pisang sebagai media tanam. Batang pisang hanya dirubuhkan tanpa dipotong dari bonggolnya kemudian selada ditanam di batang pisangnya. Tidak diketahui apakah ini telah diaplikasikan secara luas di Thailand tetapi ini cukup prospektif untuk diterapkan juga di Indonesia.

Penggunaan batang pisang
(source: http://bettertree.blogspot.com)

Batang pisang sendiri diketahui mengandung  hingga 80% air. Selama ini batang pisang telah banyak diteliti untuk digunakan sebagai pakan ternak karena kandungan selulosanya yang berkadar lignin rendah. Penggunaan batang pisang tetap menjanjikan karena kandungan glukosa batang pisang dapat menyuplai kebutuhan tanaman, baik pisang itu sendiri maupun tanaman yang ditanam di batang pisang.