Tag Archive: Agh

Masa depan terasa lebih dekat

Tidak terasa sudah di penghujung semester 7 di jurusan agronomi dan hortikultura. Bila flashback ke belakang, sudah begitu banyak peristiwa yang telah dilewati. Perjalanan bersama dalam satu keluarga besar agh 45 yang disebut sebagai indigenous45, begitu berkesan.

Saat ini, saya terheran-heran dengan teman-teman jurusan agh semester7. Mereka terlihat lebih ganteng dan cantik sekarang [modus STMJ, haha]. Saya terkesan dengan penampilan mereka yang sudah sangat jauh berbeda dari semster3 lalu. Tampilan semester 3 hingga semeter 6 adalah tampilan orang-orang lapang tapi di semeter 7 ini terlihat seperti manajer. :)

Rene Ugroseno

 

Saya melihat bahwa mereka bukan lagi mahasiswa tetapi adalah pengusaha-pengusaha yang sedang mengunjungi kampus IPB. Saya bahkan merasa bahwa mereka adalah orang-orang dalam 10 tahun mendatang yang kembali pada saat ini.

Masa depan terasa lebih dekat. Akankah kita juga mau mendekat pada masa depan itu?

 

[senyum-senyum mengingat kejadian ini]

Hampir seminggu merasakan indahnya fieldtrip akbar bersama-sama teman-teman, mahasiswa semester 6 jurusan agronomi dan hortikultura harus mengikuti kuliah kerja profesi. Simak kegalauannya berikut ini.

Read More »

Siang Pak” sapa saya pada pegawai komisi pendidikan (komdik) departemen agh. Pak Wasta namanya. Beliau sepertinya tidak asing lagi dengan raut wajah saya yang lugu dan penuh roman seorang korban.

Pak, nama saya sudah 3 x ujian berturut-turut ujian ini tidak ada di daftar hadir ujian” sambung saya melemparkan masalah saya dengan santai.

Telat bayar kan kemaren?” si Bapak mengkonfirmasi.

Ya pak” jawab saya tiada berdaya. “Itu gak apa-apa kan pak?”

Iya, tulis saja namanya manual di daftar absen. Yang penting masalah administrasi keuangannya udah kelar. Nanti kalau nilai ujian sudah keluar, namanya juga akan muncul” Beliau mencoba menjelaskan dan menjadi angin segar bagi saya.

Baik Pak, terima kasih, Pak” ucap saya pamit dari Beliau lewat loket pelayanan mahasiswa.

***

Siang Bu“sapa saya pada pegawai komdik departemen PTN.

Ya” sambut seorang Ibu pegawai.

Ini Bu, kira-kira nama saya sudah ada belum di daftar ujian tahunan dan pestisida?” tanya saya agak malu-malu.

Oh, Mas yang kemaren itu ya? Bentar ya saya cek dulu” ucap si Ibu pegawai dan menuju komputernya. Saya pun menunggu beberapa menit.

Oh, di daftar hadir buat ujian tahunan ada tapi di pestisida gak ada, Mas” jelasnya.

Pihak DAP rektorat belum konfirmasi ya Bu?” tanya saya lagi.

Mungkin ada keterlambatan, Mas. Tapi udah dapat KSM kan Mas?”

Iya Bu, saya udah dapat KSM” (KSM saya jemput sendiri di DAP)

Ya sudah, ntar tetap ujian aja Mas dan tunjukin KSM-nya

Oh, begitu. Makasih ya Bu” pamit saya pada Ibu pegawai komdik departemen PTN.

***

Di hari yang sama dan dalam waktu yang tidak terlalu berjarak jauh, saya mendatangi dua komdik untuk pengurusan ketidakADAAN nama saya dalam daftar hadir dalam ujian tengah semester (UTS) di semester VI ini. Ini hal baru bagi saya:

  • mengalami nama tidak ada dalam daftar hadir ujian
  • pengurusan yang intensif ke komdik dan administrasi lainnya

Hidup selalu mengizinkan saya merasakan warna-warni kehidupan universitas. Saya sakit hati. Saya kesal. Saya menyalahkan. Saya tidak diperhatikan. Saya-saya dan saya.

Ah, maaf ya teman2 sekelas saya ujian karena mengganggu konsentrasi ujian kalian. Tiap daftar hadir tiba di depan saya, saya harus menjelaskan bahwa saya tidak terdafar dalam daftar hadir. Ada juga dosen yang mencurigai saya mahasiswa yang sengaja membantu mahasiswa lainnya. KSM saya diselidiki seksama hingga akhirnya ditandatangani juga. Fiuh.

Selalu ada warna ketika ujian. Ada ujian di dalam ujian. :mrgreen:

Pagi-pagi berbaju Batik

Hmm, tepatnya sabtu kemaren, 2 April 2011, mahasiswa agh ipb angkatan 45 bersepakat untuk mengenakan baju batik. Di hari yang istimewa itu, semua mahasiswa terlihat bersinar seperti begitu banyak mentari di pagi hari. :mrgreen:

Tiap satu langkah tangga kit lewati, kita berfoto (by: Tiara Septirosya)

Bukan kebiasaan mahasiswa ini berdandan rapi dan menebar aroma parfum di pagi hari. Hari-hari biasa mereka adalah kebun percobaan dan parfum mereka adalah keringat tenaga kerja harian lepas perkebunan. :mrgreen:

santai dengan batik ( by: Ryanda Rachmad)

cover boys 2011 (by: Ryanda Rachmad)

Di kesempatan baik itu, mereka mencoba mengabadikan ketidakbiasaan dengan pengambilan gambar (foto2 narsis). Agenda utama hari itu sebenarnya adalah arisan mahasiswa Faperta  IPB dalam kuliah perdana kulih kerja profesi (KKP).

Ngomong2 KKP, satu lagi pujian datang untuk mahasiswa pertanian, “Segala persoalan dapat diselesaikan oleh lulusan pertanian, kecuali masalah pertanian

Profesionalitas lulusan pertanian dipertanyakan publik. Ada apa dengan lulusan pertanian?

Wehehe… Selamat pagi IPB. Selamat pagi blog walker :mrgreen: Hmm, semalam benar-benar merupakan momen fundamental bagi masyarakat AGH IPB 45, Indigenous community. Itulah malam penentuan topik skripsi yang hampir sama seperti malam penganugerahan gitulah. :mrgreen:

Demikian cuplikan ekspresi masyarakat indigenous setelah Read More »