Budi daya padi gogo merupakan budidaya padi di lahan kering tanpa genangan. Selain itu dikenal juga, budidaya padi gogo gogo rancah yakni budi daya padi di sawah yang tanam saat kering dan penggenangan tergantung turunnya hujan.

padi gogo 2 MST

Budi daya padi gogo yang dilakukan di lahan kering petakan percobaan Sawah Baru melalui serangkaian kegitan budidaya yang meliputi persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit, dan panen.  Padi gogo yang di tanam adalah padi IPB-97 yang sedang dalam rangkaian pengujian untuk pelepasan sebagai varietas baru. Padi tersebut adalah padi sawah yang dikembangakan oleh peneliti padi IPB namun juga berpeluang untuk dikembangkan menjadi padi gogo.

Pada tahap pertama kegiatan budidaya, penyiapan lahan dilakukan dengan pengolahan tanah. Tanah diolah pada kondisi kering dengan olah tanah sempurna (OTS) sehingga agregat-agregat permukaan tanah hancur. Namun pengolahan tanah pada kondisi kering menyebabkan tanah menjadi sangat keras. Pengolahan tanah lain yang dianjurkan adalah olah tanah minimum (OTM) dan tanpa olah tanah (TOT). Untuk peningkatan produktivitas, dianjurkan menggunakan bahan organik (pupuk hijau, pupuk kandang, kompos) 5 ton/ha.

Tahap selanjutnya, penanaman dilakukan dengan cara ditugal pada petakan seluas 4m x 5m dengan jarak tanam 50cm x 20cm. Kebutuhan benih per lubang adalah 5 benih. Waktu penanaman dianjurkan memperhitungkan turunnya hujan dan dianjurkan juga menggunakan Furadan 2kg/20kg benih untuk menghindari kerusakan yang disebabkan oleh ulat dan serangga lainnya.

Pemupukan diaplikasikan dengan menggunakan Urea 250 kg/ha, SP18 100 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha. Aplikasi pupuk Urea dilakukan pada saat penanaman sedangkan pupuk SP18 dan KCl pada 1 MST. Pemberian pupuk dilakukan di dalam larikan di samping. baris tanaman. Aplikasi pupuk urea lain dianjurkan terpisah menjadi pada saat 17 HST dan 40 HST. Cara pemberian pupuk lainnya dapat dilakukan dengan cara ditugal 5 cm di samping lubang tanam sedalam 7 cm.

Kegiatan pengendalian gulma dilakukan pada saat pengolahan tanah dan penyiangan manual secara rutin dengan sabit atau parang. Penggunaan herbisida dapat pula dilakukan sebagai langkah lain pengendalian gulma.

Pengendalian hama dan penyakit perlu memperhatikan jumlah populasi maupun gejala yang tidak melewati ambang ekonomi.  Hama padi gogo biasanya adalah lundi/uret, lalat bibit, penggerek batang, wereng coklat, walang sangit, dan tikus.  Sedangkan penyakit yang perlu biasanya dialami padi gogo adalah blast dan bercak coklat.

Tahap akhir dari kegitana budi daya adalah panen. Panen dilakukan sebaiknya pada fase masak panen dengan ciri kenampakan 90% gabah sudah menguning. Panen pada fase masak lewat panen, yaitu saat jerami mulai mengering, pangkal malai mulai patah, dapat mengakibatkan banyak gabah rontok saat panen. Sebaiknya panen dilakukan dengan sabit bergerigi dan perontokan dengan pedal tresher. Perontokan dengan memukul-mukul batang padi pada papan sebaiknya dihindari, karena menyebabkan kehilangan hasil yang cukup besar sampai 3,4%.

tag: padi gogo,