Yang terkasih, lulusan pertanian di mana pun tunas-tunasmu tumbuh lembut.

Ada yang ingin menjadi sepertimu, lulusan pertanian. Tidak banyak memang tetapi ada, ya ada. Kini engkau telah lulus dari perguruan tinggi dan langkah kau ayun untuk kembali ke dalam pelukan masyarakat.

Tetapi mengapa? Mengapa engkau tidak tertanam di bidang pertanian?

Sekali lagi. Ada yang ingin menjadi sepertimu, lulusan pertanian. Tidak banyak memang tetapi ada. Kini engkau telah lulus dan semangat pertanianmu lepas seperti engkau melepas baju toga wisudamu.

Tidak mudah memang menjadi wirausaha pertanian. Kenyataannya adalah tanpa wirausaha tidak ada pertanian. Pertanian dan wirausaha itu seperti swasembada yang dibisik-bisikkan oleh pemerintah dengan malu-malu.

Negeri ini sudah terlanjur menjadi pasar empuk globalisasi. Tinggal menunggu jengkol impor saja karena sudah semua produk mendapat pasar di Indonesia tercinta ini.

Sekali lagi dan lagi. Ada yang ingin menjadi sepertimu, lulusan pertanian. Tidak banyak memang tetapi ada.

Menyerap pertanaman bawang merah Brebes

Menyerap pertanaman krisan Malang

Menyerap pertanaman teh Malang
(Source: Andri Hamidi)