Petani sayuran di Lampung Timur menerapkan pemangkasan untuk mendukung produksi kacang panjang mereka. Pemangkasan dilakukan dengan membuang daun-daun yang terdapat pada bagian bawah dan menyisakan daun-daun bagian atas. Tidak diketahui rasio yang digunakan tetapi daun-daun pada sulur yang terdapat pada para-para umumnya tidak dipangkas. Pembuangan daun-daun tersebut dilakukan tepat saat tanaman kacang panjang mulai berbunga.

Petani memangkas daun kacang panjang

Ketika ditanyakan alasan pemangkasan tersebut, petani memberikan penjelasan, ” Kalau tidak dipangkas, buahnya tidak banyak”.

Meskipun awam dengan konsep daun-daun negatif yang menyedot fotosintat, tanaman kacang panjang yang dipangkas memiliki hasil lebih tinggi dari pada yang tidak dipangkas. Pasalnya, daun-daun menjadi lebat karena pemupukan urea untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Apakah kegiatan pemangkasan ini menjadi cekaman bagi tanaman sehingga berkorelasi terhadap peningkatan hasil? Apakah pemangkasan tersebut dapat memicu penyebaran penyakit bagi tanaman? Apakah pemangkasan ini tidak membebankan biaya tenaga kerja? Perlu dikaji lebih dalam dalam penelitian!