Saluran dalam budidaya jenuh air adalah ciri khasnya bila dibandingkan dengan budidaya di lahan kering. Saluran dibuat tentu saja untuk diisi air dari saluran kuarter atau tersier dalam sistem irigasi. Saluran tersebut menjadi indikator bahwa di sekitar perakaran dalam kondisi jenuh air.

Pembuatan saluran dapat dilakukan dengan menggunakan bajak yang digerakkan oleh traktor maupun kerbau. Kedelaman saluran dibuat 25 cm dari permukaan tanah dengan lebar 30 cm. Pemeliharaan saluran dilakukan bila saluran mengalami pendangkalan. Biasanya saluran tidak akan ditumbuhi gulma apabila air dalam saluran selalu tergenang.

saluran dalam budidaya jenuh air, Palembang; 2012

Tidak ada pengolahan tanah dalam budidaya jenuh air, selain pembuatan saluran. Pengolahan tanah tidak dilakukan pada petakan yang akan ditanam agar pirit tidak terangkat ke atas dan agar tanah tempat yang akan ditanam tidak menjadi keras.