“Kuliah pertanian, menyaksikan sulitnya perbenihan nasional, ketidaksuburan lahan pertanian, budi daya pertanian yang erat dengan kondisi iklim, penanggulangan hama-penyakit-gulma dan panen yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan genetik varietas yang di tanam”

Tidak sedikit mahasiswa pertanian yang lebih memilih terjun di sektor off farm ketimbang di on farm” demikian kenyataan yang terus berlangsung, yang dihasilkan perguruan tinggi yang katanya berbasis pertanian. Salah satu jurusan pertanian, agronomi, secara hurufiah dari golongan sinismeĀ  diartikan menjadi: A-tidak, gro(w)-tumbuh, nomi-ilmu sehingga agronomi merupakan ilmu yang mempelajari agar tidak tumbuh (tanamannya). :mrgreen:

(source:onlinegardenertips)

Saya juga tidak terlalu mengerti, dosen-dosen sekarang lebih pintar mengajar sehingga dapat membuai dan membusuki pikiran mahasiswa tentang pertanian melalui slide-slide kuliah yang hitam-putih, penuh gambar maupun animasi. Atau mahasiswanya yang sudah terbiasa disuapi oleh dosen melalui slide yang difotokopi secara komersial.

“Mas, ada yang ninggalin foto kopian kuliah gak?” mahasiswa mencari ilmu.

Oh ya ada, mau foto kopi berapa?” layan dari tukang foto kopi.

Satu aja mas. Oh ya, kalau saya lulus, saya punya gelar SP loh mas…”

“SP-sarjana pertanian?”

“Bukan, sarjana power point”

—————————————————————————————————–

Lingkungan perguruan tinggi merupakan tempat mencari ilmu, artinya kita dapat mengetahui penelitian orang lain dan dapat mengadopsi pengetahuan itu. Lingkungan pertanian juga tempat membuat kesalahan, artinya jangan membuat kesalahan di dunia kerja namun milikilah pengalaman tentang kesalahan itu selama di kuliah.

Pak, jarak tanam kedelai kami salah, harusnya 20cm x 25 cm, tapi kami buat 20cm x 20 cm”

“Kak, kami salah cabut gulma, yang kami cabut tanamannya”

“Bu, dosis pupuknya kurang, makanya tanamannya jadi kurang hijau”

“Mas, maap ya, tadi kami salah panen, kami manen petakan punyanya Mas” hehehe..

Kebun kakao ini terlihat tidak terawat karena memang ingin ditunjukkan bagaimana keadaan kebun yang tidak terawat”

“Sawah ini lebih banyak rumputnya karena memang sedang diteliti gulma apa yang dominan”

(source:bpkpenabur.or.id)

Namun, ada sisi lain yang dapat memerangkap mahasiswa dalam kebiasaan yang kurang baik di dunia perkuliahan. Ambil saja lahan praktikum penanaman kedelai seluas 4m x 5m dikeroyok oleh 5 orang mahasiswa. Lahan seluas 20 meter persegi tersebut bila dibagi rata menghasilkan 4 meter persegi saja untuk tiap mahasiswa.

Ah, gak apa-apa. Kalau ada satu ulat tentara yang menyerang kedelainya, paniknya bisa dibagi lima mahasiswa, jadi gak panik sendiri

Benar, tapi kalau udah di dunia kerja, berapa luasan yang kamu minta? 4 meter persegi juga? atau 4000 mter persegi?” Mahasiswa menjadi lebih kaget ketika mendapati luasan yang berkali-kali lipat dari waktu kuliah.

Yah, namanya aja kuliah” Memangnya kuliah apa? Main-main? :mrgreen:

Dunia perkuliahan juga membuat mahasiswa lebih individualis ketika pembagian tugas dan laporan. Lihat saja, pembagaian tugas untuk sebuah laporan.

Kamu dan kamu, cover dan pendahuluan

Saya Daftar pustaka dan kesimpulan” Tiba-tiba udah bagian akhir saja.

Dia dan dia lagi buat pembahasan

Sisanya mengolah data

Alhasil, laporan selesai. Namun team work ini perlu dipertanyakan kekompakannya. Kalau ada kuis tentang isi laporan, pasti nilainya sesuai apa yang yang dikerjakan, yang gabut (gaji buta) gak dapat jawab apa-apa.

————————————————————————————————

Saya senang dengan dosen saya, banyak cerita, banyak sharing, banyak guyonan pertanian. Saya agak takut juga kalau saya menjadi lebih banyak bicara, sebagai hasil didikan sang guru. Namun saya tidak ambil pusing, surga di telapak kaki Ibu, tahi ayam di telapak kakimu. Dosen saya mengatakan bahwa kesalahan ada di pihak mahasiswa.

Ada pekerjaan yang gajinya lumayan” tawar dosen kepada mahasiswa

Ada sinyal hp-nya gak pak?”Mahasiswa menawar balik

Atau mahasiswa melakukan pembelaan diri ketika dosennya bertanya, “Kenapa kamu gak bisa bekerja lebih lama pada satu tempat pekerjaan?”

Begini pak, saya ingin membuat rekor CV terpanjang, tahun 2005-2007 bekerja di perusaahaan sawit, 2007-2009 bekerja di perbenihan sayuran, 2009-2010 bekerja di bank, 2010 hingga jangka waktu tertentu saya jadi direktur pupuk

Atau dosen sendiri membela mahasiswanya demikian, “Mahasiswa pertanian kami dapat bekerja di bank bukan kesalahan mahasiswa tersebut ataupun intitusi kami. Kami mungkin memberikan pendidikan lebih baik dari pada institusi yang lainnya. Ambil saja direktur bank itu, alumni pertanian, berari pendidikan kewirausahaan dan manejemen yang kami berikan lebih baik dari institusi lainnya

Kalau semua jadi pegawai bank, siapa yang akan mengawal petani memajukan dunia pertanian?” pertanyaan lainnya yang tidak dapat dielakkan.

———————————————————————————————–

Berapa harga gabah sekarang ini?”

gak tahu pak” jawab mahasiswa pertanian

Kalian gak pernah baca koran?”

Mahasiswa geleng-geleng.

Nonton tivi?”

Geleng-geleng lagi kemudian menjawab, “Kami kan mahasiswa IPB, senin sampai sabtu kuliah, organisasi, harus kuliah dan 100% praktikum. Kos kedua kami adalah kampus. Makanan kami adalah laporan. Tujuan kami adalah ujian. Hiburan bagi kami adalah libur hari raya