Sampai saat ini manusia di Indonesia masih makan nasi” demikian ucap seorang pembicara yang di undang dalam acara Follow Up Agronomi dan Hortikultura angkatan 46, The Real Organik. Saya yang juga menjadi panitia (benar2 gabut) dalam rangkaian acara MPD dan Follow up ikut mendengarkan pembicara menyemangati, memotivasi dan menginspirasi anak2 AGH yang baru masuk jurusan di semester mereka yang ketiga di IPB.

Sebenarnya sudah sangat basi bagi saya kata2 motivasi untuk berbangga di kancah pertanian. Rangkaian acara Masa Perkenalan Departemen (MPD) dan Follow up sepintas tidak beda dengan acara Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB). Bila MPKMB meneriakkan pesan bahwa mahasiswa baru tidak salah masuk IPB, yaitu dunia pertanian ideal, maka MPD menyerukan bahwa mahasiswa tidak salah masuk jurusan (Agh-red). “Kalian tersesat di jalan yang benar” demikian tema acaranya.

Namun bila mahasiswa sadar betul akan pilihannya di dunia pertanian maka acara MPD akan menjadi pengenalan lebih luas dari pilihan yang telah ia putuskan, menjadi zona membuka wawasan tentang pertanian dari jejak pendahulunya dan masa berkenalan dengan calon2 pemimpin berlatara belakang pertanian. “Adakah kami memaksa kalian masuk pertanian?“demikian sebuah pertanyaan seorang komdis yang menuntut kesadaran mendalam dari mahasiswa yang baru masuk jurusan.

Semester tiga seperti baru kemarin saja berlalu (bukan waktu yang berlalu begitu cepat, tapi kalau diingat2, gak tahu entah apa yang sudah diperoleh dari semester 3. Silahkan cek nilai semester 3 dan 4 saya, mungkin itu dapat berbicara lebih banyak,hehe..). Bila kamu duduk di bangku saya ketika saya masih baru di Agh, apa yang akan kamu rasakan?

Gerah? Ya itu pasti. Jumlah anak AGH amat sangat terlalu banyak dan dikuliahi dalam satu kelas. “Biar terasa rasa kebersamaannya, sama2 gerah” atau “Ini kan baru semester 3, kelas besar berjiwa besar (yang dengar materi cuma mereka yang duduk di barisan depan kelas, yang dibelakang berjiwa besar saja)”

Panas? Ya itu pasti. Dosen suka mengompori mahasiswa di dalam kelas. Mari kita lihat pernyataan dosen2 yang seperti sudah mantra.

“Akan disumpal pakai apa mulut 125 juta orang Indonesia bila tidak ada petani yang mau menanam makanan?”

konversi lahan pertanian ke lahan nonpertanian semakin meningkat

“Pemerintah mengimpor kedelai”

“Apa yang akan kalian akan katakan kepada petani?”

Menurutmu apa? Apakah IPB sudah meberi jawaban kepada petani? Kenapa masalah pertanian sepertinya tidak pernah ada tuntasnya? Impor beras? Impor kedelai? Impor buah? Ketersediaan pangan? Ketahanan pangan? Kedaulatan pangan?

“Kalau ada anak UI (terkenal ekonominya), kenapa Indonesia masih miskin?” tanya anak IPB

“Kalau ada anak IPB (terkenal pertaniannya), kenapa kita masih impor kedelai?” tanya anak UI.

***

  • Menurutmu, siapa yang sepatunya paling kotor kalau masuk kampus?
  • Yang kukunya kalau panjang akan kelihatan hitam?
  • Pacarnya ngomong gini,”Say, tanganmu tidak sehalus yang dulu?”
  • Kulitnya tersengat UV b?
  • Badannya bau lumpur sawah baru?
  • Ngantuk2 di dalam ruang kuliah sehabis membuka lahan, menanam dan memanen?
  • hahaha, yang paling sehat, karena selalu olahraga yang cukup..